Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Slump Test ? Dasar Pemahaman Bagi Pelaksana Lapangan Proyek


Slump Test

Sahabat Engineers yang berkecimpung dalam konstruksi bangunan struktur beton pasti sering mendengar Slump Test atau uji slump ?


Slump Test adalah perlakuan pada campuran / adukan beton dengan tujuan untuk mencari konsistensi atau kekakuan pada beton segar hasil campuran tersebut dalam menentukan workability beton dan kelayakan beton.

Konsistensi atau Kekakuan dalam suatu campuran beton itu menunjukkan berapa banyak air yang digunakan dalam pencampuran beton. Untuk itu uji slump menunjukkan apakah proporsi campuran beton kekurangan, kelebihan, atau memenuhi cukup air.

Bagi sahabat yang mau belajar Tentang Cara Menghitung/Membuat RAB boleh dilihat video Tutorial ini :

Dalam suatu adukan/campuran beton, maka kadar air sangat diperhatikan dan menjadi azas proporsi utama karena menentukan tingkat workability nya atau tidak. Campuran beton yang terlalu cair akan menyebabkan mutu beton rendah, dan lama mengering. Sedangkan campuran beton yang terlalu kering menyebabkan adukan tidak merata dan sulit untuk dicetak (segration).

Berikut Cara Uji Slump Di Lapangan :

Peralatan :

  • Kerucut terpenggal (kerucut yang bagian runcingnya hilang) sebagai cetakan slump. Diameter bawah 30 cm, diameter atas 10 cm, tinggi 30 cm. 
  • Batang logam bulat dengan panjang ± 50 cm diameter 10-16 mm.
  • Pelat Logam rata dan kedap air sebagai alas
  • Sendok adukan
  • Meteran Ukur



Tahapan Pekerjaan Uji :

  • Basahi cetakan kerucut dan plat dengan kain basah
  • Letakkan cetakan di atas plat
  • Isi 1/3 cetakan dengan beton segar, padatkan dengan batang logam sebanyak merata dengan menusukkannya. Lapisan ini penusukan bagian tepi dilakukan dengan besi dimiringkan sesuai dengan dinding cetakan. Pastikan besi menyentuh dasar. Lakukan 25-30 x tusukan.
  • Isi 1/3 bagian berikutnya (menjadi terisi 2/3) dengan hal yang sama sebanyak 25-30 x tusukan. Pastikan besi menyentuh lapisan pertama.
  • Isi 1/3 akhir seperti tahapan nomor 4
  • Setelah selesai dipadatkan, ratakan permukaan benda uji, tunggu kira-kira 1/2 menit. Sambil menunggu bersihkan kelebihan beton di luar cetakan dan di plat.
  • Cetakan diangkat perlahan TEGAK LURUS ke atas
  • Ukur nilai slump dengan membalikkan kerucut di sebelahnya menggunakan perbedaan tinggi rata-rata dari benda uji.
  • Toleransi nilai slump dari beton segar  ±  2 cm 
  • Jika nilai slump sesuai dengan standar, maka beton dapat digunakan


Cara Menghitung Uji Slump
NILAI SLUMP = Tinggi cetakan - tinggi ratarata benda uji

Bentuk Slump akan berbeda sesuai dengan kadar airnya. 


  • Gambar 3 : Collapse / runtuh

Keadaan ini disebabkan terlalu banyak air/basah sehingga campuran dalam cetakan runtuh sempurna. Bisa juga karena merupakan campuran yang workabilitynya tinggi yang diperuntukkan untuk lokasi pengecoran tertentu sehingga memudahkan pemadatan,

  • Gambar 4 : Shear 

Pada keadaan ini bagian atas sebagian bertahan, sebagian runtuh sehingga berbentuk miring, mungkin terjadi karena adukan belum rata tercampur.

  • Gambar 1 : True

Merupakan bentuk slump yang benar dan ideal.

  • Gambar 2 : True

Merupakan bentuk slump yang jarang terjadi karena maksimal dan optimal dalam segala segi proporsi campuran.

Nah bagi sahabat semuanya sekian dulu penjelasan dari admin apabila ada pertanyaan boleh ditanyakan pada kolom komentar, silahkan follow situs kita ini agar bahan berikutnya bisa langsung notif ke email sahabat semuanya. Jika tidak nampak tombol follow dalam view hape sahabat, silahkan sahabat ganti view menjadi view desktop di hape sahabat semuanya.

Bagi sahabat yang mau belajar Tentang Cara Menghitung/Membuat Mutual Check Awal (MC-0) boleh dilihat video Tutorial ini :

Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini 

Berlangganan via Email