Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menegur Kontraktor Dengan Baik Oleh Konsultan Pengawas


Konsultan Pengawas – Kontraktor Pelaksana


Sahabat sekalian didalam sebuah proyek konstruksi spesifik proyek pemerintah maka pasti ada unsur perangkat kerja untuk mensukseskan terlaksananya proyek tersebut dengan baik.



Unsur dalam sebuah proyek konstruksi adalah :
  • Owner (Pemilik Jasa)
  • Kontraktor Pelaksana (Penyedia Jasa)
  • Konsultan Pengawas

Nah sahabat sekalian dalam pelaksanaan suatu proyek pekerjaan (konstruksi) maka ada 2 perangkat kerja yang beriringan dan seayun langkah di lapangan yaitu Kontraktor Pelaksana yang melaksanakan pekerjaan dan Konsultan pengawas yang bertugas mengawasi setiap langkah dan tahapan pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga Dan Download Langsung :


Dalam situasi dan keadaan tertentu pastinya dilapangan selalu ada gesekan yang terjadi atau selisih paham atau saling ego antara Konsultan Pengawas dengan Kontraktor Pelaksana Pekerjaan. Hal ini dinilai wajar sebab dengan adanya selisih paham maka akan ada suatu solusi yang lebih jitu dalam penyelesaian sebuah permasalahan teknis terkait pelaksanaan pekerjaan.


Hal yang dominan kerap kali terjadi di lapangan dan selalu berpotensi menjadi perdebatan adalah dari segi perhitungan volume titik ganda dan proporsi material. Misalnya untuk titik volume ganda ada perhitungan dobel (ganda) pada titik tumpuan silang antara balok dan Kolom, Kadang kala kontraktor yang malas menghitung volume tanpa mengurangi titik ganda tersebut sedangkan konsultan pengawas mengikuti aturan yang ada dan detil maka volume pada titik tersebut harus dikurangi.

Buat yang mau belajar Membuat/Menghitung RAB Bangunan Gedung dari Dasar bisa dilihat video tutorial dibawah ini :

Sedangkan pada proporsi material pekerjaan misalnya pada pembuatan adukan beton cor dengan mutu k-200 atau diatas nya mengunakan pengaduk Concrete Mixer, kadang kala Kontraktor Ngeyel tidak memakai alat tersebut, Dah bahkan tidak mau uji slump. Atau sering terjadi pada proporsi agregat campuran pembentuk beton tidak ditakar sesuai dengan kaidah jumlah material sesuai dengan ahsp SNI. Dan banyak lain contoh sebagainya yang sering terjadi di lapangan.

Dengan Kondisi seperti ini bagaimana sikap dari Konsultan Pengawas ?

Bagini Tips Dan Trik dari admin yang telah menjadi Inspector Lapangan (Konsultan Pengawas) selama kurang lebih 6 tahun. Dan sekarang uda naek pangkat menjadi SE. Hahahah.

Kenali dan Monitoring Manajemen Kontraktor Pelaksana
Dalam tahapan ini kita sebagai konsultan pengawas harus menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan rekanan pelaksana, ini adalah tugas kita dalam mencapai target pelaksanaan bersama-sama agar terlaksana dan tercipta bangunan hasil kerja sesuai rencana.

Bekali diri setiap hari dengan atribut Wajib
Sebagai inspector lapangan kita mempunyai tugas yang berat yaitu memperhatikan setiap langkah kerja daripada kontraktor pelaksana sehingga apa yang dikerjakan sesuai dan benar-benar cukup volume serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku. Dan siapkan atribut wajib yang selalu harus dibawa pada saat inspeksi lapangan, yaitu
  • Pulpen/pensi
  • Buku Kecil
  • Rol/mistar Kecil
  • Meteran Pengukur


Nah apabila terjadi suatu tindakan berpotensi menyalahi atau tidak mengikuti spesifikasi oleh Kontraktor Pelaksana Maka kita sebagai inpector yang pertama lakukan adalah mencatat !!.


Mencatat dan mendokumentasikan titik mana dan bidang mana yang berpotensi terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam pekerjaan. Setelah data didapat dan didokumentasikan maka langkah selanjutnya adalah menghubungi Site Manager atau Project Manager dari pihak Kontraktor.

Jangan pernah langsung tegur pekerja atau Tukang oleh Konsultan Pengawas. Karena konsultan pengawas tidak mempunyai hak dan tanggung jawab atas aktifitas dari pekerja /Tukang/Mandor.

Jika pada saat diskusi dan brifing dengan Site Manager dari Kontraktor tidak membuahkan hasil, sedangkan hal yang kita laporkan tersebut bersifat urgent dan fatal serta kita yakini secara aturan dan aspek teknis memang benar maka lakukan notes. Buat suatu catatan khusus terhadap permasalahan tersebut dan minta dari pihak kontraktor untuk memparaf atau menandatangani bahwa instruksi dan Inspeksi dari Konsultan Pengawas tidak di indahkan.

Bagi sahabat sekalian yang mau belajar cara menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah bangunan gedung bisa dilihat video Tutorial nya dibawah ini :

Langkah selanjutnya laporkan dan hubungi Pihak Owner biasanya pada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) atau pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sampaikan kronologis pekerjaan dan berikan penjelasan teknis dan aspek hukum terhadap akibat dari kekeliruan pekerjaan tersebut. Dan lampirkan bukti notes tadi yang telah diparaf oleh rekan kontraktor pelaksana.

Jadi jika pun nanti hasil keputusan dari pihak Owner memerintahkan untuk dilakukan pembongkaran hasil kerja maka hal tersebut telah terlebih dahulu disampaikan oleh Konsultan pengawas sehingga Konsultan Pengawas telah bekerja dengan baik.

Dan apabila kekeliruan tersebut dianggap angin lalu bahkan dari pihak Owner dan apabila esoknya terjadi Audit atas pekerjaan tersebut maka Konsultan Pengawas telah mempunyai data sebagai bukti bahwa tindakan pencegahan dan juga intruksi teknis telah dilaksanakan.

Nah bagi sahabat semuanya sekian dulu penjelasan dari admin apabila ada pertanyaan boleh ditanyakan pada kolom komentar, silahkan follow situs kita ini agar bahan berikutnya bisa langsung notif ke email sahabat semuanya. Tombol Follow (Ikuti) ada dibawah Halaman atau klik Tombol Subscribe pada Atas Halaman.

Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini 

Sahabat Engineers yuk Gabung Sama Kita, Klik Dibawah ini :

Berlangganan via Email