Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

+Tips Jaga Tukang Tidak Lari Tengah Pekerjaan | Nomor 1 Wajib Dilakukan

Sebelum artikel ini terbit dan diposting, sebenarnya banyak sudah curhatan dan pertanyaan dari para user dan Owner Bangunan tentang cara menjaga Tukang Bangunan agar tidak lari ditengah jalannya pekerjaan.

Atau mungkinkah kamu salah satu yang pernah mengalami hal demikian ? Spill Pengalaman kamu di komen ya warga.

Baik, sebelum kita membahas lebiih jauh tentang Tukang lari ditengah jalan, ada baiknya kita harus memahami dulu kenapa hal itu bisa terjadi ? Kenapa para Tukang tersebut bisa lari ditengah jalan yang padahal pekerjaan masih berlangsung bahkan masih panjang.

Persoalan ini bukan karena tanpa alasan, banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain :

  1. Tukang Tidak Profesional
  2. Tukang Rugi Borongan
  3. Tukang Dapat Kerjaan Baru
  4. Tukang Malas
  5. Tukang Tidak Sanggup Kerja
  6. Owner Tidak Sesuai Perjanjian
  7. Owner Melanggar Perjanjian
  8. Owner Menambah Kerjaan Tanpa Menambah Ongkos
  9. Owner Tidak Sopan
  10. Owner Terlalu Mendikte Pekerjaan
  11. Dan lain sebagainya

Dari beberapa alasan diatas maka setelah saya terlusuri dari berbagai cerita pengalaman Owner dan para Tukang bangunan termasuk para Tukang dan partnert yang pernah kerja sama dengan saya bahwa alasan krusialnya adalah :

Tukang Rugi Borongan

Tukang Dapat Kerjaan Baru dengan Nilai Biaya Lebih Besar

Nah, dua alasan diatas lah yang menjadi pemicu utama Tukang Bangunan bisa lari ditengah pekerjaan sedang berlangsung. Terus Kok bisa Tukang tersebut Rugi Borongan ?

Nah, yang namanya Tukang juga harus bisa menguasai perhitungan matematis Borongan Kerja lho. Tidak bisa dengan serampangan menerima pekerjaan tanpa menghitung nilai value atau laba oleh Tukang itu sendiri.

Karena prinsip pekerjaan saat ini proyek di Indonesia maka Tukang itu mempunyai yang namanya Kenek atau kuli atau laden yaitu pembantu Tukang, dan si kuli tersebut digaji oleh Tukang itu sendiri jika sistem pekerjaan dilakukan adalah sistem Borongan.

Dalam dunia proyek konstruksi untuk sistem pekerjaan dan Jasa Tukang Bangunan maka ada dua sistem pembayaran pekerjaan yang populer yaitu :

  • Sistem Borongan
  • Sistem Harian
Lantas apa itu sistem borongan dan Harian ? mana yang lebih baik antara keduanya ? kelebihan dan kekurangannya ? Ini bisa kamu simak penjelasan Teknis dalam video dibawah ini :

Kembali lagi pada Tukang yang lari ditengah Jalan. Terus bagaimana Donk cara atau tipsnya supaya Tukang tersebut Betah, dan juga bertanggung jawab penuh terhadap Pekerjaan yang sudah di Sanggupinya itu di awal.

Nah, warga semuanya beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu kamu dalam mengantisipasi hal yang sudah kita uraikan diatas.

  1. Buat Kontrak Kerja Di Awal (Pra) Kerja
  2. Buat Klausul Kontrak Akibat Apabila Melanggar Kontrak
  3. Gunakan Sistem Borongan Tukang
  4. Kunci Pergerakan Tukang Di Pembayaran

Dari tiga point diatas mungkin yang belum terlalu dipahami adalah pint ketiga yaitu tentang tata vara mengunci Pembayaran Upah Tukang, bagaimana ? Apakah tdak dibayarkan ? Tentu Bukan Warga sudutsipil semuanya, tetapi hanya melakukan manajemen pembiayaan pembayaran yang ideal dan Tepat Guna sasaran.

Penjelasan lebih dalam mendetil tentang tata cara pembayaran Tukang Borongan ini bisa kamu simak dalam video dibawah ini ya :


Gimana warga ? Sedikitnya sudah memahami kan, kenapa bisa banyak bahkan Tukang itu lari ditengah jalan pekerjaan dan Mencampakkan pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut. Tapi dengan adanya sistem penguncian pembayaran maka kita akan terhindar dari kerugian atas kejadian tersebut.

Buat kamu yang lagi belajar Tender atau ikut Tender Proyek, nah ada data referensi tambahan nih buat kamu yang bisa kamu gunakan dan edit sesuai kebutuhanmu. Data File Sofcopy Dokumen Penawaran Tender Paket bangunan Campuran. Harganya hanya 100K bisa kamu dapatkan. Langsung saja hubungi No WA yang tertera dibawah ini :


Terima Kasih Telah Berkunjung dan Salam sudutsipil.