Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metode Pelaksanaan Pembangunan Dermaga File Sofcopy

Salam Rekan-rekan semua pada kali ini kita akan membahas sedikit tentang Metode Pelaksanaan Pembangunan Dermaga. apa itu dermaga ? dan dermaga seperti apa yang akan kita uraikan dalam metode pelaksanaan ini.



Dikutip dari wikipedia
Dermaga adalah tempat kapal ditambatkan di pelabuhan. Dermaga adalah juga tempat berlangsungnya kegiatan bongkar muat barang dan naik turunnya orang atau penumpang dari dan ke atas kapal.

Baca Juga Dan Download Gratis :


Di dermaga juga dilakukan kegiatan untuk mengisi bahan bakar kapal, memasok kapal dengan air minumair bersih, dan mengatur saluran untuk air kotor/limbah yang akan diproses lebih lanjut di pelabuhan.

Bagi yang mau Belajar Dari Dasar Cara Menghitung RAB Bangunan Bisa dilihat Video tutorial Dibawah ini :

Bagi yang Mau Belajar Cara membuat Dokumen Penawaran Tender bisa dilihat video Tutorial dibawah ini :


Ada beberapa jenis dermaga dilihat dari sisi dan bentuk serta fungsinya.

Nah pada kali ini kita akan menguraikan dermaga yang diperuntukkan bagi rakyat dalam hal fungsi bongkar muat hasil nelayan dan proses kegiatan kapal nelayan. (docking).

Metode Pelaksanaan :

Bila rekan-rekan ini Sofocopynya dalam bentuk Word Download dibawah ini





I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Pekerjaan Persiapan disini adalah meliputi pekerjaan Mobilisasi / Demobilisasi, relokasi utilitas yang ada, dan penjaminan serta penjagaan mutu pekerjaan yang merupakan pekerjaan tahap awal untuk pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan lainnya, Untuk Menjaga mutu setiap tahapan pekerjaan akan dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis serta akan dites mutu dari hasil pekerjaan tersebut serta pengukuran kembali dan survey, pekerjaan ini merupakan pengadaan sarana yang akan mendukung pelaksanaan pekerjaan baik peralatan, tenaga manusia maupun tempat pemondokan / Basecamp dan Bedeng. Mobilisasi Peralatan dilaksanakan sebelum pekerjaan lain dimulai dan disesuaikan dengan kebutuhan peralatan sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan, Mobilisasi mencakup peralatan dan Mobilisasi personil serta peralatan pendukung. Mobilisasi semua Personil sesuai dengan struktur organisasi pelaksana termasuk para pekerja yang diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang tercantum dalam Penawaran, dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana peralatan tersebut akan digunakan. Untuk Manajemen Dan Keselamatan lalu lintas maka akan diatur dengan ketentuan dan arahan yang berlaku, meliputi dengan penempatan petugas pengatur, pemasangan rambu, dan pengalihan jalan sementara (Apabila diperlukan). Pada Saat Seluruh Pekerjaan telah selesai maka akan dilakukan Demobilisasi yaitu pengembalian Alat-alat kerja dan personil.

2. Pengukuran
Pada tahapan pekerjaan ini termasuk untuk Pengukuran akan dilakukan kembali pengukuran awal (MC-0) apabila dibutuhkan terhadap pekerjaan. Pengukuran diukur berdasarkan titik penentuan sesuai dengan gambar rencana dan intruksi pengawas dan Owner, pengukuran dilakukan dengan metode ukur menggunakan alat ukur manual dan alat ukur jarak. Setiap dimensi dan ukuran gambar kerja akan disesuaikan dan disinkronkan kembali dengan kondisi lapangan. Untuk pemasangan Bowplank dipasang dengan jarak dan ukuran tertentu dengan menggunakan kayu sembarang serta paku kayu. Pengukuran dan pemasangan bouwplank titik duga (peil + 00) ditentukan bersama - sama Kontraktor dan Konsultan Pengawas dan Owner. Patok - patok berukuran minimal 5/7 cm dan papan bouwplank 3/20 cm dengan panjang ukuran lebih dari 4 m dan diambil dari kayu kualitas baik. Papan patok dipasang  kayu keras dan tidak berubah posisinya, tanda – tanda dan sumbu akan di pasang secara teliti dan jelas, dicat dengan cat menie (Apabila dianjurkan).

3. Bangunan Direksi Keet dan Barak Kerja
Untuk direksi keet, Barak kerja dan los kerja akan dikoordinasikan dengan owner dimana letak yang boleh area diigunakan, para pekerja akan membuat bedeng dan direksi keet dari komponen kayu dan triplek di lokasi pekerjaan dengan ukuran sesuai dengan instruksi Owner dan Pengawas Pekerjaan.

4. Papan Nama Proyek

Untuk papan nama proyek akan dilakukan pengesetan pada printing grafika dan akan diprint sebagai spanduk dan dipasangkan pada tiang kayu Penyangga dengan baik. Papan nama proyek dengan dimensi yang disesuaikan yang memuat tentang identitas proyek, terlebih dahulu dipasang sebagai tanda dimulainya pekerjaan. Untuk patok penunjuk arah akan dibuat dari kayu dan diberi tanda penunjuk arah. bentuk papan nama proyek dapat dilihat pada gambar berikut :
Papan nama proyek biasanya berisikan tulisan :
1. Nama Pekerjaan    
2. Sumber Dana
3. Nilai Pekerjaan                                                                                                                  
4. Nama Kontraktor Pelaksana
5. Nama Konsultan Pengawas                                                                                              
6. Nama Instansi
7. Nama Consultant Perencana 8. Nama subtansi/ Dinas  


5. Dokumentasi/Administrasi/As Built Drawing
Pada tahapan ini dilakukan proses administrasi meliputi surat menyurat, arsip file, pelaporan setiap aspek pekerjaan baik laporan harian, mingguan, dan bulanan dan juga Pelaporan progrees kemajuan pekerjaan dilapangan dan lain lain serta untuk dokumentasi ialah dilakukan pengambilan foto untuk tahapan setiap pekerjaan dilapangan pada masa pelakasanaan pekerjaan. Untuk As Built dan shoop drawing dan gambar kerja lain yang diperlukan akan di buat oleh drafter dengan terus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Pengawas Dan Owner Pekerjaan.

II. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
1. Galian Pelebaran Kolam Dan Galian Sendimen Pendangkalan
Pekerjaan galian ini dilakukan oleh Alat Berat (Excavator). Penggalian akan dilakukan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang ditentukan dalam Gambar dan spesifikasi teknis Pekerjaan dan mencakup pembuangan semua material/bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu, bahan organik dan bahan perkerasan lama.
Berikut tahapan pekerjaan :
  - Surveyor akan memeriksa area lokasi penggalian untuk penempatan start kaki Alat berat
  - Surveyor dan para personil akan memberikan tanda atau patok wilayah yang akan digali
  - Excavator menggali dengan kedalaman dan lebar galian sesuai dengan gambar kerja
  - Selanjutnya excavator menuangkan material hasil galian ke dalam bak dumtruck
  - Dump Truck membuang hasil galian atau ditempatkan pada area yang ditetapkan

2. Timbunan Tanah Pilihan ( didatangkan )
Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pengangkutan, penghamparan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan Tanah timbunan pilihan umumnya diangkut langsung dari lokasi pengambilan bahan ke permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Timbunan akan ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal lapisan yang disyaratkan. Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis akan dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memadai dan disetujui Owner. Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi dapat dilewatkan di atas pekerjaan timbunan dan lajur yang dilewati harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.

Berikut urutan pekerjaan nya :

-         Whell Loader memuat material pilihan ke dump truck di lokasi pengambilan Material

-         Selanjutnya Dump Truck mengangkut ke lokasi pekerjaan dengan jarak quari ke lapangan
-         Tanah timbun dituang dan dihampar pada area hampar dan Material tanah timbun diratakan
-         Material disiram air untuk kepadatan
-         Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu

3. Pekerjaan Cerucuk Bambu T=1 m' ( terpancang )
Berikut tahapan pemasangan cerucuk bambu :
-         Runcingkan bagian bawah ujung bambu agar mudah masuk ke dalam tanah
-         Pasang perancah atau platform dengan membentuk rangka agar dapat mudah menekan kepala cerucuk untuk masuk ke dalam tanah
-         Ratakan bagian ujung cerucuk dan beri topi
-         Pukul cerucuk dengan alat pukul pada ujung atas cerucuk yang telah dipasang topi sampai kedalam rencana kerja

4. Lantai Kerja Beton Cor t= 15 cm ( Kolom )
Metode Pelaksanaan :
-       Pekerja memeriksa area pengecoran lantai kerja
-       Pekerja / Tukang membuat adukan beton cor untuk lantai kerja
-       Pekerja / Tukang Menuang dan menghampar beton cor untuk area lantai kerja.
-       Pengecoran dilakukan dengan merata dan ketebalan sesuai dengan gambar kerja


5. Pasangan Pondasi batu belah 1 PC : 4 PP ( Talud )
Sebelum pondasi dilaksanakan, tanah dasar galian diberi lapisan pasir urug dengan tebal sesuai gambar, dibuat secara rata (tidak turun naik) dan selebar galian pondasi yang akan dipasang. Batu yang sudah dibelah adalah sejenis batu yang kasar, berat. Tidak ringan dan porous. Bahan asal adalah batu gunung/kali yang besar kemudian dibelah atau dipecah-pecah menjadi ukuran normal menurut tata cara pekerjaan yang bersangkutan. Memenuhi Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI- 1982). Adukan Pondasi batu kali 1pc : 4 ps, lapisan paling bawah digelar diatas pasir urug. Tukang Batu akan memeriksa ukuran batu gunung sebelum dipasang agar pemasangan bias seukuran dan rapi. Tukang akan meletakkan/memasang batu gunung dengan metode susunan batu mengikuti bentuk dalam gambar kerja, setiap lapisan batu gunung dalam susunan akan diberi cor beton sebagai perekat dan pengunci susunan pasangan batu. Pemasangan sesuai dengan ukuran-ukuran didalam gambar atau atas petunjuk-petunjuk dari Direksi Lapangan. Batu dipasang saling mengisi masing-masing dengan adukan lapis demi lapis, sehingga tidak ada rongga diantara batu-batu tersebut dan mencapai masa yang kuat dan integral. Hasil pekerjaan pondasi tapak harus benar-benar tegak lurus dalam arah horizontal dan tegak lurus arah vertical.
Berikut urutan metode pelaksanaan :
-     Sebelum pekerjaan pemasangan pasangan batu kali dimulai, terlebih dahulu dilakukan pengukuran dengan menggunakan theodolith untuk mendapatkan level pasangan batu kali
-     Tukang Dan Pelaksana Lapangan memastikan galian tanah untuk pasangan batu kali, ukuran lebar dan kedalaman sudah sesuai gambar kerja.
-     Tukang memasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.
-     Tukang membuat adukan cor beton untuk pasangan pondasi batu kali.
-     Tukang dan Pekerjan membasahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.
-     Tukang Batu memasang batu kali dengan menggunakan adukan cor beton yang merata mengisi rongga-rongga antar batu kali dan menyusun membentuk seperti Gambar Kerja.
-     Tukang memasukkan besi stik kolom pada susunan pasangan batu kali sebagai angker pada titik-titik penempatan stik
-     Tukang Batu memasang batu kali yaitu disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak/patah dan berongga besar
-     Juru Ukur mengecek  elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai gambar kerja
-     Pekerjaan akhir adalah finish pasangan batu kali dengan plesteran siar.


III.
PEKERJAAN BETON BERTULANG
1
Pek. Tiang Kolom Uk.20/30 cm
2
Pek. Balok Bawah Uk. 20/25 cm
3
Pek. Balok Atas Uk. 20/40 cm
4
Pek. Cincin Beton Bertulang, Ø 110 cm, tinggi 80 cm, tebal 10 cm dan Ø 80 cm, tinggi 60 cm tebal 10 cm
Untuk item pekerjaan Beton Bertulang ini maka dirangkum metode pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :

1.  Pekerjaan Bekisting
a.  Bahan :

- Multipleks 6, 9 dan 12 mm
- Kayu balok sembarang keras, Kayu Bekisting
- Paku
b.  Peralatan :
- Alat potong
- Scaffolding
- Pipe Support
- Peralatan Tukang

c.  Metode
-  Fabrikasi :
Bekisting untuk Pondasi, sloof, kolom, balok sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing.  Sedangkan untuk plat lantai tidak perlu difabrikasi di work shop. Ukuran dan bentuk akan dikerjakan dengan  teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas.
-  Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai dengan posisinya yang tertera di shop drawing.
Bekisting dibuat kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.

2.  Pekerjaan Pembesian
a.  Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
b.  Peralatan :
- Bar Cutter , Caliper
- Bar Bender
- Alat Angkat/Transport / Mobil Crane
- Peralatan Tukang

c.  Metode
-    Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
-    Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan. Pemasangan dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi harus dicheck dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Tukang yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk menjamin kualitas pemasangan.

3.  Pekerjaan Pengecoran
a.  Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
- Additive ( jika diperlukan )
- Bonding Agent
- Goni basah.

b.  Peralatan :
- Alat Pencampur beton ( Concrete mixer )
- Alat angkat/Lift barang
- Compressor
- Concrete vibrator
- Gerobak sorong
- Peralatan Tukang

c.  Metode
1)   Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan dibuat. Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS.
Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.

2)   Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Beton segar diangkut dan dituang dengan memakai alat  tuang untuk dicorkan ke media cord an diberi getaran agar merata pada setiap bekisting.

Secara umum cara-cara pengecoran dibagi 4 :
1) Dengan talang langsung ( seperti : Pondasi, Pile cap, Tie beam, dll. )
2) Dengan Concrete pump ( seperti : Plat lantai & Balok, Dinding dll )
3) Dengan Tower crane ( seperti : Kolom, dinding yg tipis dll )
4) Dengan manual ( seperti : kolom praktis, balok praktis dll dengan vol. kecil )

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.

5. Pembuatan Mal/ Bekisting Cincin Beton Dari Kayu
c.  Metode
-  Fabrikasi :
Bekisting untuk cincin beton sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing.  Sedangkan untuk plat lantai tidak perlu difabrikasi di work shop. Ukuran dan bentuk akan dikerjakan dengan  teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas.
-  Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai dengan posisinya yang tertera di shop drawing.
Bekisting dibuat kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.

IV. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1. Acian Balok Atas 1 PC : 4 PP .
Berikut metode pelaksanaan Acian :
a.    Tukang membasahi permukaan pasangan area acian sampai basah dan merata
b.    Pekerja memaasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk caplakan kepalaan.
             - Cek tarikan benang
c.     Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1 hari.
             - Cek kepalaan dan sparing ME
d.    Plester acian di antara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan dengan jidar alumunium mak. 3 m’.
             - Cek plesteran
f.     Acian  dinding plaster  satu bidang  sekaligus pada satu kali pengacian.
g.    Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan halus.

V. PEKERJAAN LANTAI BETON PADA JALAN
1. Beton cor Pada Jalan Dan Doking Perahu
Metode
1)   Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan dibuat. Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS.
Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.

2)   Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Beton segar yang telah ready dituang dengan memakai alat  tuang untuk dicorkan ke media cord an diberi getaran agar merata pada setiap bekisting.

-       Pekerja memeriksa area pengecoran lantai kerja
-       Pekerja / Tukang membuat adukan beton cor
-       Pekerja / Tukang Menuang dan menghampar beton cor
-       Pengecoran dilakukan dengan merata dan ketebalan sesuai dengan gambar kerja

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting dimaksud. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.

VI. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Cat Tembok
Berikut metode pelaksanaannya :
a.       Cek , apakah  permukaan  Dinding, Atau area yang akan dicat sudah rata  ?
b.         Jika  permukaan  sudah  rata, laksanakan pengecatan    dasar   dengan    alat   bantu   pada  bidang   yang   luas  &  kwas  untuk  bidang  yang   sempit  (  sulit  ).
c.          Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finish ( Jumlah   pelapisan  cat  sesuai  dengan Spesifikasi  ). 
d.         C e k , apakah  pengecatan  finish  tersebut  sudah  rata  ?
e.         Apabila  sudah  rata, bersihkan  cat- cat yang  mengotori   bahan-bahan  /  pekerjaan    lain    yang    seharusnya   tidak  terkena   cat.

VII.
PENGADAAN DAN PASANGAN LAMPU SOLAR CELL

Pengadaan dan pemasangan Lampu PJU Solar Cell :

- Solar Panel 2 x 100 WP Policristaline + Dudukan/ Braket

- MPPT Solar Charge Controler 20 A

- Battery VRLA 100AH/12V

- Lampu PJU Multi LED 40 Watt

- Box Battery


- Tiang Lampu PJU Pipa Galvanis Bermotif tinggi 8 M

- Instalasi Kabel + Aksesoris + Terpasang

Untuk pekerjaan ini akan dilakukan pengadaan barang sesuai dengan spesifikasi teknis dan akan dipasang pada titik pasang dengan baik. Untuk spesifikasi barang mengacu kepada spesifikas teknis yang telah diberikan. Lampu ini dipasang opeh Tenaga terampil atau ahli dalam elektrikal.


VIII
PEKERJAAN LAIN - LAIN
1
Pengadaan dan Pasangan Bolder ( Pabrikasi Lokal )

Pada pekerjaan ini akan dilakukan pengadaan dan pemasangan Bolder sesuai dengan spesifikasi teknis. Pemasangan dilakukan  pada titik pasang. Barang yang dipesan akan dikoordikasikan dengan Owner dan juga disesuaikan dengan spesifikasi teknis. Pada saat pengecoran beton lantai akan dibuat dudukan atau tapak kedudukan bolder dengan pengait baut. Pemasangan dilakukan dengan memasang baut baut yang mengait antara bolder dan beton. Bolder dipsang dengan kedudukan dan titik pasang sesuai dengan gambar kerja.

Setelah rangkai tahapan kerja selesai dilaksanakan dan setelah pekerjaan dinyatakan selesai dan diterima oleh Owner maka akan dilakukan Demobilisasi Seluruh komponen dan perangkat kerja.

*********

Nah bagi sahabat semuanya sekian dulu penjelasan dari admin apabila ada pertanyaan boleh ditanyakan pada kolom komentar, silahkan follow situs kita ini agar bahan berikutnya bisa langsung notif ke email sahabat semuanya. Tombol Follow (Ikuti) ada dibawah Halaman atau klik Tombol Subscribe pada Atas Halaman.

Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini 

Sahabat Engineers yuk Gabung Sama Kita, Klik Dibawah ini :

Berlangganan via Email