Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung Volume & Kebutuhan Material Jalan Rabat Beton, Dengan Mudah !


Menghitung Kebutuhan Material
Untuk Jalan Rabat Beton


Sahabat Engineers Sekalian pernahkah melihat sebuah penampang jalan rabat beton di daerah anda ? atau di perdesaan ? yang saat ini dominan dengan pembangunan jalan rabat beton.



Jalan rabat beton menjadi suatu solusi jangka pendek untuk membuat jalan yang layak dilalui namun apabila dikerjakan dengan sesuai metode kerja dan spesifikasi teknis tentunya umur rencana konstruksi ini juga akan bertahan lama.

Jalan Rabat Beton ada dua jenis tipe konstruksi, yaitu
  1. Rabat Beton Dengan Struktur Beton Bertulang
  2. Rabat Beton Dengan Struktur Non Tulangan

Bagi yang mau belajar cara membuat dokumen penawaran tender proyek bisa dilihat video tutorial dibawah ini :

Namun pada saat ini yang dominan dan sesuai kantong yang menjadi pilihan adalah konstruksi jalan rabat beton non tulangan atau tanpa besi sebagai tulangan, hal ini karena ada perbedaan antara keduanya.


Jalan beton dari sisi perilaku strukturnya memang terlihat lebih bagus, tegangan yang timbul akibat beban yang sama relatif lebih kecil sehingga tidak diperlukan base-course yang tebal. Meskipun demikian, karena rigid maka pengaruh shrinkage (kembang susut) karena thermal menjadi dominan. Hal inilah yang menyebabkan dijumpai beberapa macam konstruksi jalan beton. Idenya ada dua, yaitu,

  • Jika jalan beton dibuat kontinyu (pemakaianya nyaman) maka untuk mengantisipasi kembang-susut pada jalan tersebut harus dipasang tulangan baja sebagai tulangan susut. Meskipun jumlahnya relatif kecil, khususnya jika dibandingkan konstruksi slab pada bangunan gedung, tetapi penggunaan tulangan baja menyebabkan jalan beton ini menjadi mahal dan tentu saja pengerjaannya akan lebih kompleks. Ingat, ini konstruksi jalan, yang panjangnya relatif lebih panjang (besar) dibanding slab untuk kontruksi bangunan gedung.

  • Jalan beton di sekat-sekat dengan siar dilatasi. Jadi jalan beton dibuat atau terdiri dari segment yang terpisah-terpisah. Dengan terpisah-terpisah ini maka resiko kerusakan akibat faktor kembang susut menjadi teratasi tanpa perlu memasang tulangan susut. Ini jelas akan lebih murah di banding sistem diatas. Masalah timbul, selain jalan ini menjadi tidak nyaman (perlu konstruksi khusus agar rata) tetapi juga ada masalah  jika terjadi beban di atasnya, tegangan di tanah pada pinggiran segement menjadi besar, berbeda dengan gambaran di atas. Untuk mengatasinya, agar segment sebelah dan sebelahnya juga dapat bekerja maka kedua segment yang berdekatan dipasangi dowel.


Bagi yang mau belajat Membuat/Menghitung RAB bangunan dari dasar secara mendetil bisa dilihat video tutorial dibawah ini :


Nah para sahabat pada postingan kali ini kita akan menghitung berapa jumlah kebutuhan material yang digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi Jalan Rabat Beton Non Tulangan.


Contoh Kasus.
Ada Kondisi Eksisting Jalan dengan tanah dasar dan permukaan jalan sudah merata dan padat dengan data :
  • Panjang 100 m
  • Lebar 4 m


Direncanakan untuk membangun Jalan rabat Beton, Berapa Volume Dan Kebutuhan Material nya ?

Penyelesaian,
Diketahui data
P = 100 m
L = 4 m
Tebat Rencana Beton = 15 cm = 0,15 m
Mutu Beton yang digunakan K-150

Volume = Panjang x Lebar x Tebal
100 x 4 x 0,15 = 60 m3
Jadi untuk volume beton pada konstruksi jalan ini yaitu sebesar 60 m3.

Menghitung Jumlah Kebutuhan Material :
Untuk menghitung jumlah kebutuhan material ini maka kita mengacu kepada AHSP SNI yang dikeluarkan oleh Pemerintah sebagai acuan Dasar Konstruksi di Indonesia.



Nah Berdasar gambar diatas dapat kita lihat bahwa untuk konstruksi Beton ini menggunakan bahan/material dan jumlah proporsi kebutuhan nya seperti diatas.

Dari AHSP untuk proporsi material pada Pekerjaan Beton K-150 seperti gambar diatas adalah untuk membuat beton dalam ukuran 1 m3. Sedangkan kebutuhan rencana jalan kita adalah 60 m3, jadi cara nya adalah jumlah kebutuhan proporsi material diatas dikalikan dengan kebutuhan kita 60 m3.


Nah Kesimpulan akhir
Rencana Konstruksi Jalan Rabat Beton Kita Dengan P Jalan = 100 m
  • Membutuhkan Rabat Beton Dengan Volume 60 M3
  • Semen 17.940 Kg = 449 Zak
  • Pasir beton 47.940 Kg = 35 M3
  • Kerikil 61.020 Kg = 45 M3
  • Air 12.900 Liter
Bagaimana Mudah kan ?

Nah bagi sahabat semuanya sekian dulu penjelasan dari admin apabila ada pertanyaan boleh ditanyakan pada kolom komentar, silahkan follow situs kita ini agar bahan berikutnya bisa langsung notif ke email sahabat semuanya. Tombol Follow (Ikuti) ada dibawah Halaman atau klik Tombol Subscribe pada Atas Halaman.


Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini 

Sahabat Engineers yuk Gabung Sama Kita, Klik Dibawah ini :

E-Book Kumpulan File Dokumen Penawaran Tender Proyek

Berlangganan via Email