Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nikmat Dan Susah Menjadi Freelancer Teknik Sipil | Sebuah Catatan Motivasi


Ilmu Teknik sipil bukanlah ilmu kaleng-kaleng yang sembarang orang bisa menguasainya. Sembarang orang bisa menyandang Predikat Lulusan Teknik Sipil, tapi tidak sembarang orang bisa menguasai skill teknik sipil


Dalam ilmu teknik sipil mempunyai lingkup yang sangat luas bahkan seluas pemikiran sempit kita. Bayangkan dalam teknik sipil dibagi kedalam bidang konsentrasi lagi dalam 5 elemen yaitu, Struktur, Transportasi, Geoteknik, Manajemen Rekayasa, Dan Hidrologi

Dan dalam pembagian tersebut dipecahkan kedalam konsentrasi tingkat tinggi. Misalnya pada transportasi lebih spesifik lagi menjadi Traffic Engineer dan lain sebagainya. Namun kali ini admin bukan ingin membahas tentang pembagian unsut atau elemen yang terkandung dalam teknik sipil, melainkan ingin memberikan beberapa tips dan saran bagi lulusan teknik sipil dalam memilih pekerjaan

Lulusan teknik sipil nantinya pasti tidak jauh-jauh akan berkutat dengan yang namanya Proyek Baik Konstruksi maupun Non Konstruksi, Namun lebih umum nya di Proyek Konstruksi. Konstruksi atau lebih Indonesia disebut Pembangunan adalah suatu kegiatan yang dilakukan baik Pemerintah ataupun pihak swasta (pribadi) dalam memenuhi sarana dan prasarana utilitas yang dibutuhkan.

Bagi yang mau belajar atau memperdalam tentang tata cara menghitung RAB bangunan Gedung Bisa dilihat video Tutorial dasar dibawah ini :

Nah pemenuhan sarana ini tentu juga dengan didukung oleh Budget (dana) yang tersedia. Jika berbicara Pemerintah Atau Negara maka setiap pembangunan pastinya dibiayai Oleh Anggaran Negara baik APBN, APBD dan sumber dana Negara lainnya.

Namun, pernahkan kita merenungkan dan menyimak berapa banyak pembangunan yang lahir Di Indonesia ini setiap tahun ? dan Berapa banyak sumber daya manusia yang notabene nya adalah pelaksana Teknik Sipil yang dibutuhkan ?

Baca Juga Dan Download Gratis :

Sungguh Ratusan Ribu paket Proyek Konstruksi yang lahir untuk pembangunan Indonesia setiap tahunnya. Tidak usah berbicara Negara kita teropong lingkup yang lebih kecil saja. Sebut saja wilayah kita sendiri baik Kabupaten atau kota, Berapa banyak paket proyek yang lahir pembangunannya atau rehabilitasinya setiap tahun di wilayah kita ?

Bisa Ratusan bahkan ribuan paket. Seperti di Aceh dengan sumber dan Otonomi Khusus Aceh mampu melahirkan ribuan paket proyek konstruksi per tahunnya. Bisa dibayangkan berapa kebutuhan personil teknik sipilnya dalam setahun ?

Bagi yang mau belajar tentang tata cara pembuatan dokumen penawaran tender proyek bisa dilihat video tutorial dasar dibawah ini :

Beranjak dari itu semua, admin ingin memberikan sebuah terawangan bahwa berdasar perjalanan karir yang admin lakukan, memang tidak lah lama hanya masih dalam hitungan tahun 10 tahun, maka untuk menjadi personil teknik sipil alangkah tepat nya menurut admin menjadi Freelancer

Kenapa Demikian ?
Mula-mula kita juga harus bekerja dengan perusahaan dan menjadi pekerja/pelaksana. Hal ini merupakan sistem yang harus kita lalui dalam mengambil sebuah pengalaman dan pengajaran untuk memberikan kita pembelajaran tentang makna bekerja yang sesungguhnya. Setelah melewati sistem tersebut maka kita bisa memutuskan apa yang terbaik untuk Porsi Kerja kita apakah tetap menjadi Pelaksana Orang atau menjadi Boss bagi diri sendiri walau masih dengan nominal kecil

Namun Menjadi Freelancer juga tidak semudah seperti dibayangkan. Menjadi Freelance haruslah siap dengan segala keadaan baik disaat pemasukan banyak maupun disaat pemasukan sedikit atau tidak ada sama sekali. Menjadi freelance sudah sangat siap dengan segala resiko ekonomi keuangan yang akan kita reduksi

Namun manisnya pemasukan Freelance ini akan membuat para teknik sipil tergiur mujur. Bayangkan Menjadi Freelance ibarat seperti menjadi Pilot Pada sebuah pesawat jet pribadi, yang hanya terbang apabila ada yang carter atau kebutuhan penting. Selebih nya ? ya liburan.

Menjadi Freelance kita menang Banyak, yaitu
  • Banyak waktu
  • Banyak data
  • Banyak Tahu
  • Banyak agenda, dan
  • Banyak uang (Jika Profesional) 
Tapi sekali lagi untuk menjadi Freelance tidak lah segampang menangkap ikan lele jumbo dengan jaring dikolam sempit. Menjadi Freelance butuh mentality yang kuat dan Kapability yang mumpuni. Tak sembarang orang mampu atau sanggup menjalani kapasitas Freelance apalagi dengan situasi seperti ini ditengah Bencana pandemi

Namun kesemua itu kita lah yang mengatur sendiri akan arah tujuan dan keputusan pekerjaan yang akan kita laksanakan. Dan tidak lah lupa dengan selalu bermunajat kepada yang Maha Kuasa agar sebuah pilihan itu baik dan terbaik untuk kita.

Sebuah Kronoologis Bagaimana Menjadi Tenaga Freelance dalam Manajemen Konstruksi Proyek

Jadilah Tenaga Freelance yang proporsional yang dalam arti sudah mempunyai skill dan capability yang mumpuni bahkan Mahir dalam suatu bidang. Contohnya saja menguasai penuh tentang Administrasi Teknis Proyek Konstruksi.

Pertama pada Awal-awal Tahun,
Pekerjaan Menampung Jasa Pembuatan Dokumen Penawaran Tender Proyek baik Konstruksi maupun non konstruksi, yang kisaran upah jasa tersebut bisa dibilang 3 sampai dengan 15 juta per paket per perusahaan tergantung nilai Pagu Anggaran Dokumen tersebut. Upayakan dengan target harus bisa mendapatkan sekian orderan jasa sehingga memenuhi kapasitas simpanan keuangan.

Kedua Pertengahan Tahun
Langsung Mengajukan lamaran kepada rekanan yang selama ini telah terjalin baik Kontraktor ataupun Konsultan untuk menjadi tenaga Site Manager, atau Inspector Lapangan di paket proyek yang akan berjalan. Ingat sahabat untuk paket pekerjaan kecil biasanya site manager atau inspector lapangan tidak lah musti stand by 7 jam di lokasi pekerjaan.

Atas dasar itulah kita yang freelance bisa mengambil 3-4 posisi manager untuk kontraktor lapangan. Perlu digaris bawahi kita menjadi manager pada perusahaan Kontraktor Langsung (Pelaksana Proyek Konsruksi).

Sambilan itu juga kita bisa masuk paket-paket Kecil Baik Kontraktor atau konsultan yang bisa kita handel sembari kegiatan bekerja seperti diatas. Tidak usah banyak dapat paket Konsultan Pengawasan dengan nilai kontrak 50-100 juta saja sudah sangat mujur. Tapi dengan catatan kita lah bossnya.

Jadi berdasar rutinitas diatas bisa kita kali kalikan sendiri pendapatan yang kita dapat. Dan hal itu belum termasuk nyambi dengan membuat Mutual Check awal (MC-0) rekanan dengan nilai 1 persen dari nilai kontrak. Belum lagi ditambah nyambi sebagai tenaga pembantu untuk membuat laporan Progres, LPJ paket swakelola dan lain lain

Jadi pada intinya untuk menjadi freelance butuh Kapability yang mahir dan kecakapan komunikasi yang stabil. Karena setiap rekanan akan percaya dan menaruh setia terhadap kita jika komunikasi teknis kita baik dan Lancar.

Bagaimana Anda siap jadi Seorang Freelancer ??

Nah bagi sahabat semuanya sekian dulu penjelasan dari admin apabila ada pertanyaan boleh ditanyakan pada kolom komentar, silahkan follow situs kita ini agar bahan berikutnya bisa langsung notif ke email sahabat semuanya. Tombol Follow (Ikuti) ada dibawah Halaman atau klik Tombol Subscribe pada Atas Halaman.

Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini 

Sahabat Engineers yuk Gabung Sama Kita, Klik Dibawah ini :

E-Book Kumpulan File Dokumen Penawaran Tender Proyek


Berlangganan via Email