Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menguji Struktur Beton Dengan Alat Uji Hammer Test


Sahabat Sekalian Mungkin pada saat ini sedang gencar-gencarnya pengujian suatu Konstruksi Bangunan Gedung hasil pekerjaan dari pada Kontraktor Pelaksana dengan maksud agar Bangunan tersebut dibangun sesuai dengan spesifkasi dan mutu beton rencana


Dalam suatu konstruksi struktur bangunan ada yang dinamakan mutu beton, mulai dari K-100 sampai dengan K-450 dan lebih jika dibutuhkan. Nah dalam menetapkan Mutu beton tersebut pada suatu bangunan sesuai dengan sifat kondisi (beban) dan juga kategori fungsi bangunan tersebut.

Misalnya untuk pekerjaan struktur kolom atau Balok beton Bangunan Gedung dengan tingkat 2 lantai atau lebih mungkin masih menggunakan mutu Beton K-250 sedangkan untuk Lantai Beton Jembatan sudah menggunakan Mutu Beton K-300 ke atas, dan contoh lain sebagainya.

Nah untuk mengetahui mutu beton hasil daripada pekerjaan Konstruksi tersebut maka perlu dilakukan sebuah pengujian tentu dengan menggunakan alat Uji.

Berikut ini adalah Pengujian Mutu Struktur Beton dengan Alat uji Hammer Test

Hammer Test

Hammer test adalah suatu alat uji untuk pemeriksaan mutu beton dengan tindakan tanpa merusak struktur beton. Dengan menggunakan alat ini akan diperoleh data dalam waktu yang cepat.

Metode pemeriksanaan/pengujiannya dilakukan dengan memberikan beban intact (tumbukan/tusukan) pada permukaan beton dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan menggunakan energy/tenaga yang besarnya sudah ditentukan.
Jarak pantulan tumbukan yang timbul dari massa tersebut pada saat terjadi tumbukan antara permukaan beton dengan benda uji dapat memberikan indikasi suatu kekerasan (kekuatan Beton) dan data nya dikalibrasikan untuk hasil uji tersebut. Alat ini sangat berguna untuk mengetahui keseragaman material beton pada struktur.

Alat ini sangat peka terhadap variasi pantulan yang ada pada permukaan beton, misalnya keberagaman partikel batu/agregat pada bagian-bagian tertentu dekat permukaan. Oleh karena itu, diperlukan pengambilan beberapa kali uji sampel pengukuran disekitar setiap lokasi pengukuran, yang hasilnya kemudian dirata-ratakan dengan British Standards (BS) dengan menyarankan pengambilan antara 9 sampai 25 kali pengukuran untuk setiap daerah uji seluas maksimum 300 mm2.

Namun ada kekurangan dalam metode uji dengan Hammer Test ini yaitu,
  • Hasil pengujian dipengaruhi oleh kerataan permukaan, kelembaban beton, sifat - sifat dan jenis agretgat beton,  dan umur beton
  • Sulit mengkalibrasi hasil pemeriksaan/pengujiannya
  • Tingkat Keakuratannya masih tergolong rendah
  • Hanya memberikan informasi mengenai karakteristik permukaan struktur beton belum bisa memenuhi kedalaman beton

Berikut Cara Uji Struktur Beton dengan Alat Hammer Test untuk mendapatkan Mutu Beton :
  1. Membuat Jadwal (Schedule) Pengujian Dengan jadwal waktu yang baik
  2. Mengumpulkan data tentang Struktur Beton, Mutu Beton Rencana, Umur, Cara Pengecoran Selama Masa Pelaksanaan Pekerjaan
  3. Menentukan Titik Uji Pengetesan/Pengukuran
  4. letakkan ujung plunger yang terdapat pada ujung alat hammer test pada titik yang akan ditembak dengan memegang hammer dengan arah tegak lurus atau miring bidang permukaan beton yang akan ditest.
  5. Plunger ditekan secara perlahan - lahan pada titik tembak dengan tetap menjaga kestabilan arah dari alat hammer. Pada saat ujung plunger akan lenyap masuk kesarangnya akan terjadi tembakan oleh plunger terhadap beton, dan tekan tombol yang terdapat dekat pangkal hammer.
  6. Lakukan pengetesan terhadap masing-masing titik tembak yang telah ditetapkan semula dengan cara yang sama.
  7. Tarik garis vertikal dari nilai pantul yang dibaca pada grafik 1 yaitu hubungan antara nilai pantul dengan kekuatan tekan beton yang terdapat pada alat hammer sehingga memotong kurva yang sesuai dengan sudut tembak hammer.
  8. Besar kekuatan tekan beton yang ditest dapat dibaca pada sumbu vertikal yaitu hasil perpotongan garis horizontal dengan sumbu vertical

Tabel Grafik
Sumber Foto : Komunitas Insinyur Indonesia

Nah, data yang didapatkan adalah hasilnya dalam mutu Beton fc'
Bagaimana cara mengkonversi ke mutu Beton K- ?
Akan kita bahas pada postingan selanjutnya ....

Nah bagi sahabat semuanya sekian dulu penjelasan dari admin apabila ada pertanyaan boleh ditanyakan pada kolom komentar, silahkan follow situs kita ini agar bahan berikutnya bisa langsung notif ke email sahabat semuanya. Tombol Follow (Ikuti) ada dibawah Halaman atau klik Tombol Subscribe pada Atas Halaman.

Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini 

Sahabat Engineers yuk Gabung Sama Kita, Klik Dibawah ini :

Berlangganan via Email