Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Korupsi Praktis Dalam Proyek Konstruksi


Pekerjaan Proyek Konstruksi merupakan suatu ladang besar dalam hal penyelenggaraan anggaran Negara. Setiap tahun dapat dipastikan triliunan biaya dihabiskan untuk pembangunan, baik dalam skala besar dan skala kecil

Sumber Freepik.com

Sebagaimana diketahui dalam pelaksanaan proyek konstruksi maka dilaksanakan dengan berdasarkan aturan yang berlaku ketat, baik bagi penyelenggara Negara maupun untuk penyedia jasa. Setiap tahun Pemerintah berpikir dan menganalisis dalam hal mengeluarkan suatu rujukan hukum baru dalam menanggulangi dan menghilangkan celah potensi Korupsi yang bisa dilakukan

Buat Yang mau Belajar Menghitung /Membuat RAB Bangunan Dari Dasar Bisa Dilihat Video Tutorial Dibawah ini :

Korupsi merupakan salah satu dari kecurangan proyek. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi terhadap proyek konstruksi yang berpotensi terjadi Korupsi jika ingin mengetahui penyebab korupsi dan modus yang digunakan.


Sebagaimana yang sering dan lazim terjadi potensi dan celah Korupsi selama ini di dunia proyek adalah :
  • Pengurangan Volume Proyek
  • Pengaturan Tender
  • Laporan progress Fiktif Proyek (Realisasi Palsu)
  • Mark Up Dana, Nilai Satuan pekerjaan
  • Pelaksanaan Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

Dari uraian potensi korupsi dalam proyek diatas yang paling sering terjadi dan dilakukan adalah Pengurangan Volume Pekerjaan dan Juga Pelaksanaan Pekerjaan yang tidak sesuai atau memenuhi spesifikasi teknis.


Contoh Tindakan Pengurangan Volume
Didalam Kontrak Kerja disebutkan bahwa pekerjaan Pengecoran Beton Lantai Dengan luas 100 m2, setinggi/ tebal 15 cm. Ternyata pada saat realisasi pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor pelaksanaan hanya mengecor dengan ketinggian/ ketebalan 10 cm.

Bangunan Tidak Sesuai Spesifikasi /Google

Maka disitu telah terjadi tindakan Korupsi atau pencurian volume tinggi /tebal sebesar 5 cm untuk volume bisa dihitung sendiri. Begitu juga dengan Paket proyek Jalan, misalnya didalam kontrak kerja disebut bahwa ketebalan hamparan Aspal adalah 7 cm, dan yang dilaksnakan dilapangan hanya 5 cm. Maka telah terjadi pengurangan volume sebesar 2 cm. Dan perbuatan tersebut jika dikaji dan dikalikan dengan satuan harga maka akan ada kerugian Negara yang dilakukan

Contoh Korupsi Dalam Pelaksanaan Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis
Didalam sebuah proyek pekerjaan baik konstruksi maupun non konstruksi maka ada yang namnya spesifikasi teknis, Yang memuat tentang aturan dan jenis-jenis bentuk material yang digunakan dan yang tidak boleh digunakan.

Misalnya didalam kontrak jelas disebutkan dalam spesifkasi teknis bahwa dalam sebuah pelaksanaaan Beton 1 m3 dengan Mutu K-250 maka menghabiskan semen Portland Sebanyak 10 Zak. Namun ternyata dalam realisasi pelaksanaan pekerjaan hanya dipakai dalam 1 m3 yaitu 6 atau 7 zak semen. Maka telah terjadi tindakan menyalahi spesifikasi teknis yang berimbas kepada pengurangan mutu hasil pekerjaan.

Bagaimana cara mengetahui bahwa telah terjadi tindakan kecurangan (Korupsi) dalam sebuah hasil pekerjaan dalam proyek konstruksi ?

Maka perlu dilakukan yang namanya tes akhir baik mutu dan kualitas serta pemeriksaan akan foto dokumentasi selama pelaksanaan. Juga tanggung jawab penuh dari Konsultan pengawas dalam mengawasi setiap pergerakan selama masa pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga Dan Download Gratis :

 Buat Yang Mau Penghasilan Tambahan Dari Internet Gampang Dan Halal Cek Dibawah ini :

Yang mau bergabung dengan kita bisa gabung di grup telegram Civil Engineer Indonesia yang banyak suhu master Teknik sipil dalamnya silakan di Klik Disini

Sahabat Engineers yuk Gabung Sama Kita, Klik Dibawah ini :


Berlangganan via Email